Sebenarnya banyak orang yang tidak mengetahui bahwa bentuk miniatur Masjid Jamik Baitul Ahad yang saat ini sedang giat-giatnya kita bangun adalah duplikat dari Masjid Islamic Center Aceh gagasan mantan Gubernur Aceh H. Abdullah Puteh.
Masjid Islamic Center Aceh yang sedianya menjadi maskot Provinsi Aceh sebagai daerah pertama berkembangnya Agama Islam di bumi Nusantara, saat ini sudah tidak mungkin diharapkan lagi akan terwujud dalam realita karena di lokasi tersebut telah dibangun "meuligoe wali".
Masjid Islamic Center Aceh yang sedianya menjadi maskot Provinsi Aceh sebagai daerah pertama berkembangnya Agama Islam di bumi Nusantara, saat ini sudah tidak mungkin diharapkan lagi akan terwujud dalam realita karena di lokasi tersebut telah dibangun "meuligoe wali".
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Khairiwas menjelaskan, meuligo akan berdiri di atas lahan milik Pemerintah Aceh seluas 12,9 hektare. Awalnya di lahan itu rencananya akan dibangun Islamic Center, bahkan sebelah barat gedung itu sudah berdiri bangunan beton untuk Islamic Center.
“Tapi berdasarkan rapat bersama bahwa di Banda Aceh sudah ada IAIN Ar-Raniry serta banyak pesantren, Islamic Center tak dilanjutkan pembangunannya. Meski begitu, bangunan yang telah dibangun itu tidak sia-sia, tapi dilanjutkan untuk perkantoran Wali Nanggroe,” sebut Khairiwas. [Harian Serambi Indonesia: 17 Desember 2010]
Sangat disayangkan memang, sebuah cita-cita besar yang telah dirancang bertahun-tahun hilang lenyap begitu saja, dan yang dibangun di sana hanya sebuah "meuligoe wali nanggroe" yang sampai saat ini rancangan qanunnya saja masih terjadi pro dan kontra.
Miniatur Masjid yang diduplikasi oleh Masjid Jamik Baitul Ahad
Ketika proses pembangunan awal Masjid di Komplek Islamic Center di kawasan Lampeuneurut tersebut, Panitia Pembangunan Masjid Jamik Baitul Ahad mendatangi pihak kontraktor di sana dan menginginkan miniatur (gambar tiga dimensi) Masjid Islamic Center itu dijadikan model dasar pembangunan Masjid Baitul Ahad yang runtuh akibat gempa dahsyat 26 Desember 2004 yang lalu.
Inilah miniatur setelah dirubah sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Mukim Siem.




Gambar di bawah ini adalah Masjid yang digunakan selama ini untuk tempat segala kegiatan termasuk Shalat Jum'at. Masjid yang ada dalam gambar ini adalah masjid sementara yang dibangun atas bantuan Pemerintah Istanbul Turkey. Walaupun sangat sederhana, namun sebagai antisipasi sementara sambil menunggu selesainya pembangunan Masjid Jamik Baitul Ahad sebagaimana gambar di atas, eksistensi masjid ini menjadi sangat berarti.

Terketukkah hati Anda untuk menyisihkan sebagian rezeki yang dipersinggahkan sementara oleh Allah kepada Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar